Selasa, 16 Oktober 2012


SEMINAR SEHARI TENTANG JURNALISTIK DAN KEHUMASAN

Perkembangan Teknologi Komunikasi melalui media cetak ataupun elektronik saat ini sudah sangat efektif dan efisien. Informasi-informasi yang menyangkut berbagai kejadian di dunia, dengan cepat terinformasikan dengan aktual.

Berkaitan dengan hal tersebut, Biro Hukum dan Humas menyelenggarakan seminar sehari yang bertema, “Melalui Seminar Sehari Kita Tingkatkan Pengetahuan dan Kemampuan di Bidang Jurnalistik dan Kehumasan”, pada tanggal 26 Maret 2012, di Ruang Rapat BKOW Gedung Nyi Agerang Serang lantai 2 Jakarta. 

Seminar diawali dengan paparan dari Drs. Tarman Azzam, M.Si., sebagai keynote speaker. Ia adalah salah satu Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Pemimpin Redaksi Harian Terbit, dan Ketua III Ikatan Alumi Lemhanas (Ikal). Dalam paparannya Tarman menyampaikan, bahwa wanita pun dapat menjadi penulis yang baik, asalkan berani menuangkan tulisan-tulisan, tegas dan berani, karena dari dulu media mengangkat wanita dengan segala plus-minusnya.

Paparan yang lain disampaikan oleh narasumber Drs. Sriyanto, MM., dari Pusat Bahasa Indonesia. Ia menyampaikan bagaimana penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penulisan berita di koran atau majalah. Pada sesi ini peserta nampak sangat antusias karena narasumber menyampaikan paparannya dengan menarik, bahkah peserta merasa terlalu singkat dengan waktu yang telah ditetapkan panitia.

Sedangkan Ismed Rauf dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta, yang membawakan materi tentang jurnalistik, menjadi pembicara di sesi kedua.
Seminar yang berlangsung sehari ini dibuka oleh Ketua Umum BKOW Provinsi DKI Jakarta Widyastuti Endang Prijanto dan ditutup pukul 15.00 WIB. (Humas)

Selasa, 09 Oktober 2012

AD - ART BKOW PROVINSI DKI JAKARTA 2009-2014

-->
ANGGARAN DASAR
BADAN KERJA SAMA ORGANISASI WANITA (BKOW) PROVINSI DKI JAKARTA

PEMBUKAAN

Sesungguhnya organisasi-organisasi perempuan warga negara Indonesia mempunyai cita-cita dan tujuan yang sama untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa, khususnya perempuan.
Dengan didorong oleh keinginan yang luhur untuk mengadakan hubungan dan kerja sama yang baik antarorganisasi tersebut untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan nasional, khususnya di Provinsi DKI Jakarta.
Untuk mewujudkan tekad tersebut, pada tanggal 17 April 1954 organisasi-organisasi perempuan di tingkat Daerah Khusus Ibukota Jakarta mendirikan Badan Penghubung Organisasi-organisasi Wanita (BPOW) DKI Jakarta, yang diresmikan pada tanggal 21 April 1954 yang merupakan gabungan organisasi perempuan dan mempunyai hubungan kemitraan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Berkat rahmat Tuhan YME, BKOW Provinsi DKI Jakarta memandang perlu menetapkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga guna menunjang kelancaran tugas dan mengikuti arus globalisasi serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi secara tertib, disiplin, dan berkelanjutan. Untuk itu, ditetapkan anggaran dasar sebagai berikut:

Senin, 08 Oktober 2012

DARI KETUA UMUM

Proses demokrasi berupa pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Provinsi DKI Jakarta baru saja berakhir. Hasilnya telah sama-sama kita ketahui. Bapak Ir. Joko Widodo dan Bapak Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta masa bakti 2012 - 2017. Sebagai warga Jakarta kita tentu merasa bangga dan bersyukur, karena perhelatan demokrasi ini telah berjalan tertib, aman dan damai. Ini suatu bukti bahwa kedewasaan masyarakat Jakarta pada kehidupan berdemokrasi, mulai atau telah tumbuh dengan baik.

Namun terlepas dari siapa yang akan memimpin Jakarta, pekerjaan rumah yang cukup berat telah menanti di depan mata. Kompleksitas permasalahan yang ada di ibukota, mulai penataan infrastruktur, kemacetan kendaraan di jalan-jalan, hingga ancaman banjir di musim hujan, jelas memerlukan penanganan dan kerja keras dari kita semua, selaku warga Jakarta. Masalah Jakarta bukan persoalan orang per orang, tetapi urusan semua warga ibukota. Dengan kata lain, kitalah yang akan menentukan Jakarta menjadi lebih baik atau sebaliknya.

Sebagai organisasi wanita yang merupakan mitra kerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi DKI Jakarta, dengan sendirinya merupakan bagian atau pelaku yang akan mengerjakan "pekerjaan rumah" tersebut. Bersama 62 organisasi anggotanya dan juga masyarakat Jakarta, BKOW senantiasa bahu-membahu membantu mengatasi permasalah yang ada di Jakarta.
Kini mendekati akhir tahun 2012, BKOW sendiri akan menyelesaikan agenda organisasi berupa Rapat Kerja (Raker). Raker yang diselenggarakan untuk yang kali kedua ini merupakan evaluasi pelaksanaan program kerja dewan pengurus pasca Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2008 (sesuai ART BKOW Provinsi DKI Jakarta Bab VII pasal 10 item 4).

Di acara ini 62 perwakilan organisasi anggota BKOW Provinsi DKI Jakarta akan hadir untuk membahas program kerja baik yang sudah, sedang atau yang akan berjalan. Mereka juga akan berdiskusi memperbincangkan seputar organisasi dan permasalahan lain yang menjadi agenda Raker itu sendiri.
Akhirnya, kepada para peserta Raker kami ucapkan selamat mengikuti Rapat Kerja II semoga menghasilkan putusan-putusan penting untuk perjalanan organisasi ke depan.

Dan kepada Bapak Ir. H. Joko Widodo dan Bapak Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM kami ucapkan selamat atas terpilihnya menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta periode 2012-2017.

PENDIDIKAN KARAKTER

Dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berbunyi “pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokrasi serta bertanggung jawab”.

Dari bunyi pasal tersebut, telah terdapat 5 dan 8 potensi peserta didik yang implementasinya sangat lekat dengan tujuan pembentukan pendidikan karakter. Kelekatan inilah yang menjadi dasar hukum begitu pentingnya pelaksanaan pendidikan karakter. Pada dasarnya pembentukan karakter itu dimulai dari fitrah yang diberikan ilahi, yang membentuk jati diri dan perilaku, di dalam prosesnya fitrah ilahi ini sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, sehingga lingkungan memiliki peranan yang cukup besar dalam pembentukan jati diri dan perilaku. Selanjutnya pendidikan karakter mampu menghasilkan SDM yang handal dan memiliki jati diri. Tidak dapat dipungkiri bahwa karakter dapat membuat para pejuang kemerdekaan berhasil menghantarkan bangsa Indonesia ke gerbang kemerdekaan. Karakter membuat bangsa Jepang bangkit setelah kalah dalam perang dunia ke 2, dan akhirnya meraih kembali martabatnya di dunia internasional.

Saat ini era globalisasi telah memengaruhi secara signifikan berbagai tatanan kehidupan masyarakat di tanah air, baik dampak positif maupun dampak negatif. Dalam dunia pendidikan, dampak positif globalisasi antara lain dirasakan dengan semakin berkembangnya sarana dan pra sarana media yang digunakan dalam proses belajar mengajar, selain dampak positif globalisasi dalam dunia pendidikan, juga membawa dampak negatif terhadap peserta didik, seperti menurunnya kualitas moral dan akhlak, dampak negatif lainnya yang kerap dikeluhkan oleh para orang tua adalah menurunnya sikap sopan santun terhadap orang tua, guru, berkurangnya nilai kejujuran, sering merusak diri sendiri seperti penyalahgunaan narkoba.

Pendidikan karakter mestinya mulai dibentuk di lingkungan keluarga dimana keluarga memiliki peranan yang sangat penting, terutama orang tua yang memberikan contoh-contoh keteladanan, menanamkan nilai-nilai agama, akhlak, moral, kejujuran, dan rasa tanggung jawab. Sekolah sebagai bagian dari lingkungan, memiliki peranan yang cukup besar dalam membentuk jati diri, sehingga diharapkan agar sekolah dan seluruh lembaga pendidikan memiliki “School Culture” dimana setiap sekolah memiliki pendisiplinan dan pembiasaan secara berkesinambungan mengenai karakter yang akan dibentuk.

Pendidikan karakter hendaknya dibiasakan melalui proses pembelajaran yang berkesinambungan. Selain itu mengenai sarana dan prasarana pendidikan karakter ini tidak memiliki sarana dan prasarana yang istimewa, karena yang diperlukan adalah proses penyadaran dan pembiasaan secara terus menerus.

Indonesia Emas 2025 memerlukan Sumber Daya Manusia dalam jumlah dan kualitas yang memadai, sebagai pendukung utama dalam pembangunan bangsa. Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat, ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan kesuksesan seseorang ditentukan sekitar 20 % oleh hard skill dan sisanya 80% oleh soft skilt

SOSIALISASI KB

Dalam rangka membantu program pemerintah di bidang keluarga berencana, BKOW Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan acara bertajuk "Sosialisasi Keluarga Berencana Ditinjau dari Perspentif Agama." Acara yang berlangsung pada tanggal 13 September 2012 ini, digelar di Gedung BKOW Jalan Radin Inten II Duren Sawit Jakarta Timur. 

Dalam Perspektif (pandangan)  Islam, KB sebagaimana difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Musyawarah Nasional MUI tahun 1983, dinilai sebagai suatu ikhtiar atau usaha manusia untuk mengatur kehamilan dalam keluarga secara tidak melawan hukum agama, Undang-Undang (UU) Negara dan moral Pancasila.

Landasannya adalah Al-Quran Surat An-Nisa’ ayat 9: "Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. Mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar."
Selain ayat di atas masih ada ayat-ayat yang lain yang mendukung legalitas KB dari dari segi agama, seperti : Al-Qashas: 77, Al-Baqarah: 233, Lukman: 14, Al-Ahkaf: 15, Al-Anfal: 53, dan At-Thalaq: 7 

Untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, Ketua MUI mengatakan, Rasul tidak pernah melarang asal, sejauh metode KB yang tetap digunakan hingga saat ini. “Dengan demikian, tidak ada juga pelarangan bagi KB metode lain yang menggunakan alat, jika memang alasannya adalah mengatur jarak kelahiran dan perencanaan keluarga sejahtera dan berkualitas”.
Pandangan Al-Hadits tentang KB  adalah: “Sesungguhnya lebih baik bagimu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan dari pada meninggalkan mereka menjadi beban atau tanggungan orang banyak.”

Dalam Al-Qur’an ada pula ayat-ayat yang berindikasi tentang diperbolehkannya seseorang mengikuti program KB, yakni karena alasan:
-  Mengkhawatirkan keselamatan jiwa/kesehatan ibu.
-  Mengkhawatirkan keselamatan agama, akibat kesempitan penghidupan.
- Mengkhawatirkan kesehatan atau pendidikan anak-anak bila jarak kelahiran anak terlalu dekat.

Sejarah KB
Pada zaman Yahudi kuno, kontrasepsi yang tercatat dalam sejarah ialah dengan cara coitus interuptus, yakni dengan cara menumpahkan sel sperma di luar vagina pada waktu bersenggama sehingga tidak terjadi kehamilan. Cara ini dapat kita lihat dalam kitab kejadian 38: 8-10, di mana Onan yang menikahi istri almarhum kakaknya melakukan coitus interuptus supaya istrinya itu tidak hamil. 

Ada berbagai macam motivasi mengapa orang mempratekkan kontrasepsi. Seorang budak yang akan dibebaskan, menunda untuk mempunyai anak sampai si budak itu sudah dibebaskan agar anak yang dilahirkan itu lahir sebagai orang merdeka. 

Demikian juga orang-orang proselit — orang yang bukan Yahudi tetapi ingin diterima sebagai orang Yahudi — menunda mempunyai anak sampai dengan ia diterima penuh sebagai orang Israel sehingga anak yang lahir sudah menjadi orang Israel.

Dari kitab Talmud Babilonia, para Rabbi mencatat bahwa cara kontrasepsi yang secara luas dipratekkan zaman itu ialah dengan memperpanjang masa menyusui bayi. Selain cara itu, juga masih dikenal berbagai cara kontrasepsi dengan racun steril, ramuan berbagai akar dan madu serta wol.

Acara "Sosialisasi Keluarga Berencana Ditinjau dari Perspentif Agama" yang diikuti sekitar seratus orang peserta ini sebenarnya hampir senada dengan bakti sosial tentang Pengobatan dan Pelayanan KB Gratis yang diselenggarakan BKOW pada tanggal 15 April 2012 di Bukit Duri Jakarta Selatan. Keduanya sama-sama bertujuan membantu program pemerintah dalam bidang KB (Humas
)

SOSIALISASI PEMILUKADA DKI

Sebagai mitra kerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, BKOW senantiasa mendukung program kerja yang sedang digulirkan mitra kerjanya tersebut. Ketika Pemprov DKI Jakarta sedang gencarnya-gencarnya mempersiapkan diri menyelenggarakan Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur, atau yang biasa disebut Pemilukada, beberapa waktu lalu, BKOW pun ikut serta menyosialisasikan kegiatan yang melibat seluruh warga Jakarta itu.
Sosialisasi Pemilukada ini dilangsungkan di Auditorium Gedung Nyi Ageng Serang Kav. C Kuningan Jakarta Selatan, dan diikuti oleh sekitar 150 orang peserta yang datang dari 5 (lima) wilayah Jakarta. 

"Kegiatan ini merupakan penjabaran dari visi  BKOW Provinsi DKI Jakarta yaitu terwujudnya harkat dan martabat perempuan yang mampu berpartisipasi dalam pembangunan di Provinsi DKI Jakarta demi tercapainya kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat," kata Ketua Umum BKOW Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti Endang Prijanto.

Pemilukada Provinsi DKI Jakarta merupakan pesta rakyat  sebagai proses pergantian kepemimpinan. Dikatakan pesta rakyat, karena pada masa pemilihan tersebut rakyat, dalam hal ini penduduk Ibu Kota Provinsi DKI Jakarta, turut menentukan masa depan untuk kurun lima tahun mendatang. Oleh karena itu dibutuhkan partisipasi aktif dan kesadaran politik dari seluruh penduduk Provinsi DKI Jakarta baik laki-laki maupun perempuan agar kualitas Pemilukada Provinsi DKI Jakarta menjadi lebih baik, yaitu pemilihan yang dilakukan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur serta adil. 

Untuk mencapai kondisi tersebut, maka pendidikan untuk pemilih  harus senantiasa digalakkan guna menghasilkan pemilih-pemilih yang cerdas, yaitu pemilih yang sadar akan pentingnya kualitas demokrasi demi perbaikan nasib bangsa ke depan, terutama di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Memilih secara cerdas berarti memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang ditawarkan oleh partai-partai politik atau perorangan secara tepat. Pertimbangannya obyektif-kualitatif, bukan subyektif-primordial. Rasionalitas mengedepan, karena pemilih cerdas adalah pemilih yang berpikir dan benar-benar mempertimbangan konsekuensi atas pilihannya dan benar-benar sadar dengan pilihannya, tanpa adanya tekanan dari manapun.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta  pada bulan November 2011 menyebutkan, bahwa penduduk perempuan Provinsi DKI Jakarta berjumlah 4.932.876 jiwa dari total seluruh penduduk Provinsi DKI Jakarta yang berjumlah 10.183.498 jiwa. Data tersebut menunjukkan bahwa separuh dari penduduk Provinsi DKI Jakarta adalah kaum perempuan. Hal ini berarti, suara kaum perempuan sangat menentukan hasil perolehan jumlah suara dalam Pemilukada di Provinsi DKI Jakarta.   

Dengan demikian kaum perempuan sangat berpengaruh dan menentukan masa depan Ibu Kota Provinsi DKI Jakarta. Kaum perempuan harus menjadi pemilih yang cerdas. Menyadari akan hal ini, BKOW Provinsi DKI Jakarta sebagai wadah organisasi perempuan di Provinsi DKI Jakarta, menyelenggarakan  kegiatan sosialisasi ini dengan harapan melalui organisasi masing-masing anggota BKOW dapat meneruskan  dan mensosialisasikan pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta kepada masyarakat luas, terutama kaum perempuan sehingga  penyelenggaraan pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta tahun 2012 berkualitas,  karena para pemilihnya cerdas . 

Dalam melaksanakan kegiatan ini, BKOW bekerja sama dengan KPUD Provinsi DKI Jakarta.